Maafkan Aku, Anakku …

Maafkan Aku, AnakkuBocah kecil bernama Agan itu tertidur di pangkuan ibunya setelah beberapa jam yang lalu menunggu ayahnya. Ia juga meminta ibunya untuk menemani di teras rumah. Ayah Agan berjanji akan pulang awal dan mengajaknya pergi ke pasar malam. hari ini adalah hari terakhir dimana pasar malam ditutup. Tapi, hingga pukul sembilan malam, Pak Herman (ayah Agan) tak kunjung pulang, ia pun tertidur.

“Agan sudah tidur, bu?” tanya Pak Herman ketika baru saja sampai rumah.

“Sudah, tadi dia menunggu bapak sampai jam sembilan.”

“Maaf, bu. tadi ada lembur, kan bapak udah bilang sama ibu?” Pak Herman terlihat letih. ia memberikan tas kantor serta jas-nya kepada Aini, istrinya.

“Iya, tapi bapak belum bilang sama Agan kan?”

“Kenapa ibu gak ngasih tahu dia aja?”

“Ibu gak tega! ini hari terakhir pasa malamnya dibuka. Bapak sudah menundanya sampai tiga kali. “

“Yasudah, besok bapak yang akan ngomong sama Agan. sekarang bapak mau tidur dulu. capek.”

Sepasang suami istri itu kemudian meninggalkan ruang tamu. malam semakin larut.

“Bu, besok bapak musti berangkat subuh.” Katanya menjelang tidur.

“Lho, ada apa pak?”

“Ada pertemuan penting dengan pimpinan perusahaan. bapak harus menyiapkannya sejak pagi.”

“Tapi bapak harus nunggu Agan bangun. biar Agan tidak kecewa. Bapak harus menjelaskan kesibukan Bapak.”

“Ya, selamat tidur, Bu ..”

Esok paginya, seperti biasa ibu Agan bangun paling awal dibanding Pak Herman dan Agan. menyiapkan air panas untuk Pak Herman mandi, menyetrika pakaian Pak Herman untuk kerja dan pakaian Agan sekolah, serta rutinitas pagi yang menyibukkan bu Aini.

“Bapak?”

“Agan udah bangun belum, bu?” Tanya Pak Herman.

“Belum pak. mau tak bangunin tapi ibu gak tega. coba sana Bapak tengok.”

Pak Herman menuju kamar Agan,beberapa menit kemudian kembali ke dapur menemui bu Aini. “Gimana? udah siap air panasnya?” Pak Herman langsung ke kamar mandi begitu bu Aini menganggukkan kepalanya. Selesai mandi pak Herman bersiap siap untuk berangkat.

“Gak nunggu Agan bangun, Pak?”

“Kasihan, lagi tidur nyenyak dia. beritahu saja dia nanti. bilang, bapak pulang jam sembilan malam.”
sambil terburu-buru pak Herman mengenakan jas-nya, bu Aini mengantarkan Pak Herman sampai pintu depan. “Kalau bisa, pulang lebih awal. Agan menunggu bapak. Hati-hati yaa!”

“Iya bu, salam buat Agan ya? Assalamualaikum..”

Mobil itu menghilang di belokan. bu Aini kembali meneruskan aktifitasnya. “Ibu, bapak sudah bangun belum?” tanya Agan lirih masih meng-ucek ucek matanya yang masih ngantuk.

“E.. mas Agan sudah bangun. Bapak baru aja berangkat. sekarang mas Agan mandi dulu, terus sarapan. nanti berangkat bareng ibu.” kata bu Aini halus sambil membantu Agan menyiapkan semua kebutuhannya. Agan hanya menurut meski kecewa karena ayahnya tidak membangunkan tidurnya.

***

Pulang sekolah Agan ..

“Bu, semua uang jajan yang ibu berikan, itu milik Agan kan?” tanyanya.

“Iya, itu semua milik Agan.” jawab bu Aini lembut. mata Agan berbinar-binar. “Kalau begitu Agan pinjam uang 5.000.” pinta Agan sedikit manja. sesekali mengedipkan matanya. “Eh, buat apa? kan tadi sudah ibu kasih?”

“Pokoknya Agan pinjam uang 5.000. Nanti ibu tak kasih tahu” Agan memohon. tidak mau membuat Agan kecewa, bu Aini pun memberinya uang 5.000 sesuai permintaan Agan.

***

“Bu, sudah jam delapan malam. kok belum pulang ya Bapak?”

Sesekali menguap. tapi masih setia duduk di teras rumah sambil memegangi sebuah amplop. bu Aini merasa sedih melihat Agan yang menunggu sejak sore tadi, menyesal telah berbohong kepada Agan bahwa Bapak akan pulang jam 6 magrib, padahal suaminya pulang tepat jam 9. dalam ekadaan seperti itu, bu Aini hanya bisa berharap suaminya cepat pulang.

“Ibuuu… bapak sudah pulang!!” Agan melompat-lompat senang.

“Alhamdulillah..” bu Aini lega.

“Bapaaakkk!” Agan langsung melompat ke badan pak Herman yang kuat itu.

“Iya, bapak pulang.”

Setelah berganti pakaian , pak Herman, bu Aini dan juga Agan duduk di ruang keluarga untuk beristirahat dan berkumpul-kumpul. dikesempatan itu tampak Agan mengambil sesuatu. “Tunggu ya, bapak.”

“Pak, ini buat Bapak.”

Agan memberikan sebuah amplop berisi sejumlah uang. “Lhoh, kok dikasihkan ke bapak?” Tanya pak Herman bingung, heran.

“Bapak kerja digaji berapa sebulan?” Tanya Agan polos, tapi benar benar membuat pak Herman heran.

“Tiga Juta.” dijawab juga akhirnya. “Berarti kalau sehari seratus ribu? dan sejam bapak di bayar sekitar limaribu ya?” Agan memainkan jari-jari mungilnya.

“Iya, pinter anak bapak. sudah pinter berhitung sekarang.” Kata pak Herman bangga, sambil sesekali melirik bu Aini. penasaran dengan apa yang ingin dilakukan Agan dengan memebrinya uang itu.

“Agan punya duit 15 ribu. Agan mau membeli waktu bapak selama tiga jam untuk menemani Agan ke Pasar Malam.”

Serrrr .. hati pak Herman lemas seketika. bu Aini juga meneteskan air mata. serentak bu Aini menghampiri Agan dan memeluknya erat. begitu juga dengan pak Herman. mengalir deras air mata pak Herman bersama bu Aini melihat anaknya, Agan. detik itu juga pak Herman sadar bahwa selama ini sering mengecewakan Agan dengan banyak janji yang teringkar. baru kali ini pak Herman sadar betapa tidak bergunanya ia sebagai bapak dan kepala rumah tangga selama ini. Sejak itu, pak Herman berjanji untuk lebih memperhatikan Agan, malaikat yang ia sayangi.

“Agan, maafkan bapak ya nak ..”

“Agan punya duit 15 ribu. Agan mau membeli waktu bapak selama tiga jam untuk menemani Agan ke Pasar Malam.”

Cerpen : Maafkan Aku, Anakku ..

Karya : El- Fin Rizal

background cover : http://planetkentir.blogspot.com

Iklan

About Alfin Rizal

Dalam sastra aku menuliskan cerita, menceritakan tulisan .. dalam seni rupa aku menanyakan semuanya

Posted on 20 September 2012, in Cerita Kita, Cerpen, Dari Saya. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. menyentuh banget mas. like this 🙂

  2. sami” mas.. hhhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Bocah Kampung

kenakalan adalah guru terbaik

Sweet Blasphemy

My so-called modern trash can

THE LIL PIECES OF ME

"If you are broken, you don't have to stay broken"

strukturdusta

like, share, aminkan.

CUIR LAMEN

kata ini aku tulis untuk para penikmatnya

ispasier

istana tinta cair: oleh-oleh dari tempat asing

FORUM PEGIAT LITERASI (FPL) PADANG PANJANG

Bergerak Menuju Padang Panjang Kota Literasi

MANTAN PLAYBOY

Setiap orang punya masa lalu.

Anis Samara

Membaca untuk Menulis

%d blogger menyukai ini: